Bagi armada dump truck raksasa jenis OTR (Off-The-Road) yang beroperasi di area pertambangan, komponen ban merupakan salah satu pengeluaran biaya operasional terbesar kedua setelah konsumsi bahan bakar minyak solar. Harga satu buah ban OTR raksasa dapat mencapai ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, penerapan program manajemen perawatan ban (tyre management) yang komprehensif sangat penting dilakukan demi memperpanjang usia pakai efektif ban (tyre lifetime) serta mencegah terjadinya insiden ban meledak.
Kontrol Ketat Tekanan Angin Ban Harian
Faktor paling krusial yang memengaruhi ketahanan struktur ban OTR adalah konsistensi tekanan angin di dalam ban. Kondisi kekurangan tekanan angin (under-inflation) menyebabkan dinding samping ban melentur secara berlebihan saat mengangkut beban material penuh, yang memicu akumulasi panas internal yang merusak ikatan lapisan anyaman baja di dalam ban. Sebaliknya, kelebihan tekanan angin (over-inflation) membuat area tapak ban menjadi kaku dan sangat rentan pecah robek saat melindas batuan tajam di jalur hauling pit.
Pentingnya Rotasi Posisi Ban dan Perbaikan Geometri Roda
Program rotasi posisi ban secara berkala wajib dijadwalkan secara rutin oleh tim tyre specialist workshop untuk meratakan tingkat keausan tapak ban antara posisi roda depan (steering) dengan roda belakang (dual drive). Selain rotasi fisik, pengecekan keselarasan roda (wheel alignment) dan pembersihan batu-batu kecil yang terselip di antara celah ban ganda (stone ejector inspection) harus dilakukan setiap hari demi mencegah kerusakan struktural tapak ban dari luar.